Filed under: Uncategorized
Minggu ini adalah minggu yang menurutku paling melelahkan dalam hidupku. Bagaimana tidak, PR B.Inggris, Fisika, Kimia Matematika, B.Indonesia (hehe…) saling beriringan dalam 1 minggu ini. Entah mengapa rasanya pada kelas 3 ini aku merasa bahwa tahun inilah awal tahun pelajaran yang paling berat dibanding tahun sebelumnya. Mungkin juga pendapat ini berbeda dengan teman-temanku. Mungkin juga karena aku belum terbiasa dengan beban yang bertambah karena harus menghadapi UAN 2009 nanti.
Sejenak setelah pulang sekolah aku dapat melupakan kejenuhan itu. Pulang sekolah langsung kuganti bajuku dan cuci tangan untuk bersiap makan siang. Belum seperempat piring aku menghabiskan makananku tiba-tiba hpku berbunyi. Bergegas aku menuju kamarku. Kulihat ternyata nama penelepon adalah Salman, sepupuku.
“Halo, ada apa, Man?”
“Eh, Da. Kamu sibuk sore ini?”
“Mmm. Nggak, emang kenapa?”
“Eh, jalan-jalan yuk. Ada yang pengen aku bicarain sekalian.”
“Kenapa nggak ngomong di telpon aja? Atau datang ke rumahku langsung aja.”
“Ah, nggak ah. Pulsa lagi sekarat nih.” kata Salman.
“Aku juga malas jalan-jalan. Mendingan nonton tv di rumah, ada acara seru. Bensin motorku juga udah tipis.” jawabku.
“Waduh, kebiasaan. Kenapa sih, setiap jalan-jalan pasti nggak mau kalo diajak?”
“Ya, malas aja. Bikin capek. Keluyuran nggak tahu ke mana. Lebih baik tidur di rumah. Badan sehat dan segar. Lagipula dompetku udah kering nih.”
“Ah, ntar deh aku traktir. Aku juga deh yang jemput. Gimana? Mau ya?”
“Mmm, ya udah deh. Lagipula besok hari Minggu. Jam berapa?”
“Jam 2 nanti.”
“Yah, itu jalan-jalan apa mau ngejar pesawat? Panas tau! Jam 4 aja!!”
“Ya, udah jam 4 ya.”
“Oke.” jawabku sambil menutup telponku. Kembali aku melanjutkan makan siangku yang tertunda.
Salman adalah sepupuku dari anak pamanku. Umurnya sekitar 20-an. Wajahnya lumayan. Badannya juga agak tinggi dariku. Pokoknya lumayanlah. Dia tinggal di km.15. Dia sudah kuliah dan magang di sebuah perindustrian kecil milik ayahnya. Menurutku dia dapat disebut orang yang berkecukupan karena dia sudah dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya sendiri tanpa bantuan orangtua.
* * * * *
Begitu jam 4, aku sudah siap menunggu jemputan. Tepat jam 4 lewat 5 menit, terdengar suara motor Salman masuk ke halaman rumahku. Aku langsung keluar menyapanya.
“Waalaikumsalam.” aku langsung menyapa Salman.
“Apaan sih. Orang belum Assalamualaikum juga!” kata Salman setengah tertawa.
“Eh, emang mau kemana nih? Tumben!” aku bertanya tujuan Salman.
“Ke pasar.” jawabnya singkat.
“Ke pasar?? Pasar Jumat? Udah kemarin tau!!”
“Pasar di kota tau!”
“Oh, ayo deh berangkat. Ntar kesorean.”
“Tadi katanya jam 2 kepanasan. Ini jam 4 kesorean. Ah, banyak alasan, deh.”
Aku hanya tersenyum menanggapi ocehan Salman. Begitu aku mengambil helm aku langsung meninggalkan rumah. Setelah tiba di tempat, ternyata tempat yang dia maksud bukan pasar, melainkan tempat orang-orang berkumpul atau istilah kerennya nongkrong para anak-anak muda.
“Eh, katanya ke pasar. Mau apa ke sini?.”
“Tunggu aja dulu.”
Beberapa menit menunggu ternyata ada seorang perempuan seusiaku yang menghampirinya.
“Hai, kak Salman!” kata perempuan itu.
“Hai, An.” jawab Salman.
“An, perkenalkan, ini Huda. Sepupuku. Da, ini Ani, teman aku.” Salman memperkenalkan diriku.
“Hai.” jawabku atas perkenalan Salman.
“Hai juga.” jawab Ani.
“Ayo duduk dulu.” Salman mempersilahkan Ani untuk duduk di antara kami bertiga.
“Rani mana, An?” Salman bertanya kepada Ani.
“Oh, kak Rani katanya sebentar lagi ke sini. Eh, tuh dia orangnya.” kata Ani sambil menunjuk ke salah seorang wanita yang kira-kira seumur Salman.
“Oh, iya. Aku ke sana dulu ya. Aku mau menyambut dia dulu. Kalian ngobrol aja dulu.” kata Salman kepada kami berdua sambil meninggalkan kami.
Pertama kali aku melihat Ani, dia merupakan perempuan yang lumayan cantik. Rambutnya terurai, wajahnya manis, ditambah dengan jaket hijau yang dikenakannya. Tingginya juga hampir sama dengan aku.
Awalnya aku agak canggung berada di sebelah perempuan yang baru aku kenal. Namun kuberanikan juga untuk memberanikan diriku membuka pembicaraan.
“Eh, An. Boleh nanya nggak?” aku mulai membuka perbincangan.
“Boleh, nanya apa?”
“Salman itu siapanya kamu sih? Rasanya aku baru kenal sama kamu dan wanita yang kamu tunjuk tadi deh.”
“Oh. Wanita yang aku tunjuk tadi kakakku, namanya Rani. Dia pacar sepupu kamu itu. Karena dia sering berkunjung ke rumah aku, ya otomatis jadi kenal dong.” katanya sambil tersenyum.
Aduh, senyumnya membuat hatiku bergetar. Apakah ini…. Ah, tidak. Jangan lagi! Pengalamanku yang terdahulu sudah cukup membuatku sakit hati.
Mungkinkan aku akan kembali mengalaminya. Tapi perasaan ini tak bisa kubendung. Ah, aku sudah jatuh cinta.
“Oh, gitu. Eh, sudah kelas berapa sekarang?”
“Kelas 3. Kamu?”
“Sama dong. Aku juga kelas 3. SMA mana?”
“SMA ….” Jawabnya sambil menerangkan SMA tempat dia bersekolah.
Begitulah kami terus berbincang-bincang untuk mengetahui pribadi masing-masing. Hingga akhirnya sampai ke pertanyaan,
“Udah punya doi belum?” aduh, aku keceplosan, gumamku dalam hati.
“Mmm, belum. Emang kenapa?” katanya kelihatan berpikir menjawab pertanyaanku.
“Ah, nggak apa-apa. Kaget aja cewek manis kaya kamu belum punya doi.” kataku. Ani hanya tersenyum.
Ingin sekali saat itu kuucapkan ‘aku pengen daftar nih. Ada lowongan nggak’. Tapi keberanian itu seolah-olah pergi menghilang dariku. Aku memang orang yang tidak mempunyai keberanian untuk hal seperti ini. Jadi kulanjutkan pembicaraan.
“Punya alamat e-mail nggak?” tanyaku.
“Nggak punya tuh. Kalo e-mail sekolah aku ada, mau?” katanya sambil tertawa.
“Ih, bercanda. Ntar aku niat kirim ke kamu, malah dibalas kepala sekolah kamu lagi. Kalo friendster?” tanyaku kembali.
“E-mail aja nggak ada. Apalagi itu.”
“Oh, iya. Hehe. Eh, kalo nomor …..”
“Huda..!!. Kita pulang aja. Di sini bikin bete!!” tiba-tiba Salman memanggil.
Omonganku terputus karena panggilan Salman tadi. Mukanya terlihat menahan marah,
“Emang kenapa, Man?” tanyaku.
“Ah, sudah. Pokoknya kita pulang saja.” katanya sambil menaiki motornya dan memasang helmnya.
Aku pun jadi bingung dan ikut saja apa katanya. Aku langsung naik motornya dan memakai helmku. Dan Salman langsung tancap gas meninggalkan tempat ini.
Salman menarik gas nya sehingga kecepatan motor hampir 90 km per jam. Tiba-tiba aku teringat. Astaga! Aku lupa sama Ani. Aku belum minta nomor hp nya. Jangankan minta nomor hp, mengucapkan selamat tinggal pun tidak sempat. Ah, sial! Ingin kukatakan kepada Salman agar kembali ke tempat itu. Tapi melihat raut wajah Salman yang merah padam aku mengurungkan niatku itu.
* * * * *
Beberapa hari kemudian, aku memberanikan diri untuk menelpon Salman untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sekaligus mungkin dia punya nomornya Ani, hehehe.
“Halo, Man.”
“Halo, Da. Ada apa?” Salman terdengar lebih tenang dibandingkan kemarin.
“Kemarin Sabtu itu kamu kenapa? Aku belum sempat akrab dengan Ani kamu sudah tancap gas.”
“Mmm, itu, anu. Mmm…” Salman terdengar tidak mau memberitahu masalahnya.
“Ayo, Man. Jawab!!”
“Anu, saat itu. Rani katanya minta putus sama aku. Katanya dia sudah nggak sayang lagi sama aku. Dia mau pindah ke lain. Aku sangat emosi dan ingin pergi saja dari tempat itu.” Salman terdengar sedih.
“Oh, maaf ya kalau begitu. Tapi kalau mau pacaran jangan bawa-bawa orang dong.” kataku kepada Salman.
“Emang sengaja aku..”
“Eh, maksudnya?” aku berkata bingung.
“Ya, sengaja aku aja. Supaya kamu kenal sama Ani. Tapi malah begini jadinya. Gimana, orangnya manis kan?”
“Yaa… lumayan juga, sih. Gara-gara kamu aku jadi patah hati nih.” kataku sambil tersenyum.
“Cieeh! Suka pandangan pertama, ni yee” katanya terdengar mengejekku.
“Apaan sih. Eh, kamu punya nomor Ani nggak. Kemarin aku tidak sempat nanya. Kamu sih langsung tancap gas. Pasti ada dong. Nomor hp adiknya pacar masa nggak tahu.” kataku merayu Salman agar memberinya.
“Aduh, maaf Da. Gimana, ya. Semua tentang Rani sudah aku hapus. Nomornya, kenangannya, semua tentangnya, termasuk adiknya. Aku ingin melupakan segalanya tentang Rani dalam hp ku dan juga dalam pikiranku.”
“Oh, gitu..” kataku kecewa.
“Kenapa, Da? Kedengarannya sedih?”
“Ah, nggak apa-apa. Lagipula masih banyak cewek lain kan, Man?”
Entah untuk siapa kata-kata itu kuucapkan. Apa untuk Salman yang baru kehilangan Rani, atau untukku yang kehilangan Ani. Ah, apa daya. Semoga kita bertemu kembali, An. Walaupun pertemuan kita hanya sebentar, aku akan selalu mengenang tentang dirimu. Tapi jika kita tidak bertemu sampai hari nanti, kuharap engkau selalu mengingatku sebagai ‘teman sesaat’
1. Buka folder yang berisi tema yang akan di edit.
2. Ganti ekstensi .nth dengan .zip agar bisa dibuka oleh WinZip atau WinRar.
3. Buka tema.zip tersebut.
4. Ekstrak semua file-file tersebut di sebuah folder.
5. Ganti gambar tema tersebut dengan gambar lain dengan resolusi dan nama yang sama agar theme description tidak salah menafsirkannya. INGAT!! HARUS SAMA RESOLUSI DAN NAMANYA.
6. Masukkan kembali file-file yang telah diganti tadi ke dalam tema.zip dan overwrite aja.
7. Terakhir ganti kembali .zip dengan .nth. SELESAI DEH.
P.S.:
Jika ekstensi (.nth atau .zip) tidak ada maka untuk menampilkannya :
1. Buka folder yang berisi tema.
2. Pilih Tools Folder Options.
3. Pilih tab View.
4. Hilangkan ceklist: Hide extensions for known file types
5. Pilih OK
Hukum alam mengatakan bahwa “Mahluk yang berlawanan jenis selalu ada ketertarikan secara seksual.” Persahabatan dan hubungan percintaan tidak pernah statis, selalu berubah dan bergerak dinamis. Agar hubungan antara pria dan wanita tetap dalam bentuk persahabatan, tidak terus menjadi percintaan, kedua belah pihak perlu memahami perbedaan dan batas antara persahabatan dan percintaan. Batas yang membedakan antara hubungan persahabatan dan percintaan adalah aspek seksual. Percintaan selalu melibatkan unsur seksual, sedang persahabatan tidak. Mengapa laki-laki cenderung berbohong? ªSeorang ayah menasihati anaknya *never trust a liar.* Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, kata-kata itu selalu diingatnya, meski dalam hati kecil anak selalu bertanya “Mengapa ayah memberi pesan seperti itu?” Beberapa tahun berlalu setelah melihat kenyataan hidup, kebohongan dalam karier, bisnis, pesta, bahkan dalam perkawinan, akhirnya anak tersebut baru mengerti mengapa ayahnya berpesan seperti itu. Pesan tersebut kemudian ditambahnya “Mengapa orang mau mempercayai kebohongan”. Berdasarkan data statistik diketahui, laki-laki lebih banyak melakukan kebohongan dibandingkan wanita. Jadi, kalau yang bertanya mengapa laki-laki berbohong? Maka jawabannya adalah “Karena dia laki-laki”. Ada beberapa alasan mengapa seorang pria berbohong, mulai dari kebohongan yang tidak disadari sampai yang menyakitkan hati. Misal *denial* atau penyangkalan merupakan mekanisme pertahanan yang primitif (S. Frued). Ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang sangat traumatik atau menakutkan dapat menyangkal perbuatan tersebut secara tak sadar “Bukan saya yang melakukan itu”. Rasionalisasi itu upaya memberikan berbagai alasan agar orang lain mempercayai dan melegalkan kebohongan yang dilakukannya. Misal suami mengatakan “Saya tidak selingkuh, tapi hal itu terjadi karena istri pergi terlalu lama ke luar negeri.” Laki-laki mungkin berbohong dengan maksud menyimpan rahasia atau menyembunyikan sesuatu, seperti John mengatakan tinggal bersama kakaknya, sebenarnya dengan Nina yaitu ibu dari anak- anaknya. Kebohongan dengan cara melanggar janji. Laki-laki adalah* master-*nya untuk berkata “Maafkan saya”, begitu berkelebat dalam ingatan janji pun dibuat tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Berbohong mungkin saja dilakukan karena takut dimarahi, karena takut, terpaksa berbohong. Contoh lain misalnya kami telah berjanji untuk keluar malam, tiba-tiba ia meminta maaf tidak bisa datang karena ada kecelakaan di jalan dan harus menolong korban. Pada kesempatan berikutnya “Maaf saya tidak dapat datang karena bla… bla…… bla…… dst”.*Technical truth”, * suami mengatakan bahwa akan tugas ke luar kota dengan staf di kantornya. Malam harinya istri menelefon suami dan mendengar suara wanita di HP-nya “Siapa di sana?” Kemudian suami mengatakan “Itu hanya teman yang memerlukan tumpangan”. Model lain suami melakukan satu kebohongan untuk menutupi * affair*-nya dengan sang sekretaris di kantor. Suami akan mengatakan pada istrinya* Someone at work is out to get me*.
Apakah pasangan saya berbohong?
Mata adalah jendela jiwa. Umumnya orang percaya bahwa pelaku kebohongan tidak berani menentang langsung mata yang dibohonginya. Ternyata pendapat ini sama sekali tidak benar. Kenyataannya mereka yang ahli dalam berbohong justru akan berupaya melihat mata orang yang dibohonginya (untuk mengetahui pendapat dan respons terhadap kebohongannya). Misal bila suami berbohong akan menatap mata istrinya sambil mengatakan* I Love You.* Tanda lain orang yang berbohong matanya akan berkedip lebih cepat dan sering. Bila Anda berada dekat dengan suami yang berbohong, segera lihatlah mata kucing (pupil mata)-nya. Bila mata kucingnya melebar (dilatasi) besar kemungkinan yang bersangkutan tengah berbohong. Perlu diingat bila cahaya ruangan gelap akan membuat pupil mata melebar. Penelitian menunjukkan bahwa hanya lebih kurang 11% wanita yang menggunakan isyarat suara untuk mendeteksi kebohongan. Banyak orang berpendapat, “Mereka yang berbohong nada suaranya tinggi, cepat, keras, sering keseleo lidah dan tiba-tiba terhenti”. Kenyataannya, meskipun suara merupakan indikator emosi yang baik, namun pembohong profesional mampu mengendalikan emosinya. Selain itu 70% orang dengan reaksi emosi kuat atau dalam keadaan khawatir nada suaranya meninggi. Dalam keadaan stres atau kurang nyaman mereka berbicara keras dan cepat.
* Ekspresi muka merupakan kunci untuk mendeteksi suatu kebohongan. Misalnya*poker face * biasanya untuk menutupi kebohongan. Dari senyum, kita akan dapatkan banyak informasi, terlebih bila dikenal sebelumnya. Senyum kebohongan bentuknya asimetri, tidak diikuti oleh kerutan pada ujung mata, waktunya terlalu lama, datangnya tiba-tiba dan ada jarak dengan emosinya. Bahasa tubuh dapat menjadi sumber informasi suatu kebohongan. Dengan mengenal kebiasaannya sehari-hari (gerakan, duduk satu sikap), maka informasi yang diperoleh semakin dekat dengan kebenaran. Bila seseorang menyilangkan kaki atau tangannya selama bicara, berarti yang bersangkutan berusaha untuk menghindar (tidak ingin diketahui oleh orang lain). Tanda lain yang bersangkutan terlihat dingin, tegang, lelah atau sikap lain yang terlihat canggung. Bahasa tubuh lain yang mungkin ditemukan antara lain mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja atau menggaruk-garuk lengan. Meskipun demikian perilaku seperti ini juga dijumpai pada saat seseorang mengalami stes. * Salah satu cara menutupi kebohongan adalah mencoba marah atau memberikan reaksi yang berlebihan (*overactive*) terhadap pertanyaan yang diajukan padanya. Hal ini karena sikap defensif dan rasa bersalah kepada yang bersangkutan. * Banyak orang berpendapat, mereka yang berbohong akan menjawab ragu-ragu atau kurang spontan (perlu waktu lebih lama untuk berpikir) sebelum menjawab alibinya. Kenyataannya mereka yang berbohong umumnya berkata cepat dan terburu-buru. * Respons sistem syaraf otonom; kemerahan muka, frekuensi pernapasan, berkeringat, pupil melebar merupakan indikator kuat untuk mengetahui keadaan stres karena sifatnya involunter atau tidak bisa diatur atau dibuat-buat. Ketika berbohong pelakunya akan stres (takut diketahui). Seorang yang berbohong respons pelakunya sama seperti dalam keadaan stres, marah, takut, atau rasa bersalah. Kebohongan yang pelakunya percaya akan kebohongannya, tidak akan menunjukkan reaksi emosional yang kuat. Untuk mendeteksi kebohongan perlu pengetahuan dan keterampilan tertentu, di antaranya ciri-ciri saat seseorang melakukan kebohongan. Semakin banyak ditemukan ciri-ciri ditemukan, semakin besar kemungkinan adanya kebohongan.
Filed under: Uncategorized
We are fighting dreamers!
Takami wo meza shite
Fighting Dreamers!
Narifuri Kamawazu
Fighting Dreamers!
Shi injiru gama mani
Oli!Oli!Oli!Ohhhhhhh!
Just go my way
Right here right now! Bang!
Bupanse like a dangan liner
Right here right now! Burn!
Butakiteku ze get the fire!
Right here right now! Bang!
Bupanse like a dangan liner!
Right here right now! Burn!
Kewashi shura no michi no neka hito no chizu hirogete doko e yuku
Gosai shoku no karasu gasorewo ubaitote yaburisuteta
Saa kokoro no memihirieete shikato ima wo miki wo mero (Yeah)
Ushi na u mo no na umte na isa
Izou ma ilo mo
We are fighting dreamers!
Takami wo meza shite
Fighting Dreamers!
Narifuri Kamawazu
Fighting Dreamers!
Shi injiru gama mani
Oli!Oli!Oli!Ohhhhhhh!
Just go my wayyyy
Right here right now! Bang!
Bupanse like a dangan liner
Right here right now! Burn!
Oto wo tatayzu shnobiaru kage ga
Itsumo bokura wo madowaseru
You kenjiko ookinakazega uneri wo agete fukiareru
Kazashite surudoi katana de onore no asukiikirake (Yeah)
Hosho wo nante doko ni mo naisa naa soodaro
We are fighting dreamers!
Takami wo meza shite
Fighting Dreamers!
Narifuri Kamawazu
Fighting Dreamers!
Shi injiru gama mani
Oli!Oli!Oli!Ohhhhhhh!
Just go my wayyyy
Right here right now! Bang!
Bupanse like a dangan liner
Right here right now! Burn!
Butakiteku ze get the fire! fire! fire! fire!
Solo with no singing, finally your brake time
We are Fighting Dreamers!
Kononakama tachito
Fighting Dreamers!
Subete wo makikomi
Fighting Dreamers!
Kokorozashi takaku
Oli!Oli!Oli!Oli!Oh
We are fighting dreamers!
Takami wo meza shite
Fighting Dreamers!
Narifuri Kamawazu
Fighting Dreamers!
Shi injiru gama mani
Oli!Oli!Oli!Ohhhhhhh!
Just go my way
Just go my way
Just go my wayyyyyy heyyy ayayayayayay
GO!
Right here right now!Bang!
Bupanse like a dangan liner
Right here right now!Burn!
Butakiteku ze get the fire
Right here right now!Bang!
Bupanse like a dangan liner
Right here right now!Burn!
Butakiteku ze get the fire, BANG
Kata-kata ini khusus untuk seseorang, yang tak perduli padaku, walaupun ku slalu memikirkannya. Tapi ku kan slalu memikirkan dirinya. (F^^I^^H).
==Wafer bkata pd coklat , “Qt ni sungguh manis kn?” Coklt menjawab , “U pikir qt yg paling mnis? U liat donk org yg baca ni Lebih Manis!! Liat..Liat Dy tersenyum Duh.. Manisnya
==Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
== Musim Terindah adalah ketika kau nyalakan pagi dengan senyummu. Ketika kau payungi siang dengan sapamu. Ketika kau tutup malam dengan belai manjamu
== Prtmnan qt g seperti esia yg setia 1 jm, gk seperti baygon yg setia 8 jm, gk sprt pepsodent yg setia 12 jam. Prtmanan qt hrs sperti Rexona yg setia setiap saat == Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka
== Inginku kirim BUNGA, takut ia kn LAYU, ingin ku kirim SENYUM, takut tak DIBALAS, ingin ku kirim RINDU, takut HASRAT tak ksmpaian. Jadi, ku kurim DOA agr dirimu sht sllu..
==Kata PETERPAN hidup itu butuh dengan SAHABAT. Biar kita tidak KESEPIAN kayak DIGTA, dan juga kita jangan kayak RATU yang bisanya cuma nyari TTM, kKan kita sudah dibilangi n ama RADJA, kita harus JUJUR, biar tidak PUDAR seperti ROSSA. Makanya kita harus bisa cari CINTA YANG SEMPURNA layaknya KANGEN BAND
==Seandainya engkau lebih kenal akan diriku, maka aku akan tersenyum manis utkmu agar engkau lebih tahu aku sentiasa merinduimu ==Matamu bak purnama merindu, bisikmu seperti syahdu menusuk jiwaku, bibirmu telaga madu manis di sudut senyummu, bunga depositomu adalah sumber inspirasikuT ==MetroTV, CNN, detikcom, Bang Napi, Liputan 6, Antara, ESPN, WordPress News adalah berita basi. Kabar darimu lah yang selalu kunanti
==Tau ga knapa malem ini ga ada bintang ?? soalnya bintangnya pindah semua ke matamu ==Sekarang aku gendutan gak sih? km tau gak kenapa? soalnya km udah mengembangkan cinta yang banyak dihatiku
==Ingetin aku buat bawa kacamata hitam kalo ketemu kamu yak. Abisnya pesonamu menyilaukanku siy
==Kopi ini pahit, tapi kalau minum sambil melihat dirimu, kopi ini terasa manis deh
==“Bersama SMS ini, kami sampaikan rasa sayang yang tulus. Demikianlah SMS ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Selamat Malam ==Pikirkanlah sebelum mengambil keputusan. Tetapi untuk mencintaiku, jangan berpikir terlalu panjang. Aku kirim SMS cinta ini untukmu. Mohon jangan dibalas. Aku takut kamu menjawab sebaliknya . Cinta yang mengebu lebih banyak bohongnya. Aku mencintaimu dengan biasa saja. Seperti Matador dengan Bantengnya. Apakah kasih sayang perlu diucapkan? Tidak perlu. Makanya aku kirim SMS ini padamu, hingga tidak perlu mengucapkannya. Walaupun pulsaku tinggal sedikit, aku akan tetap mengirim SMS cinta untukmu. Selamat malam..
==Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, “Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari”
==Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih! ==Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu ==Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa ==Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal
==Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu
==Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.
==Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!

